Literally, Me (Before) 24-Year-Old

14/05/2017 § 8 Komentar

 

Welcome blog!

Actually, I don’t know why I wanna share this problem in internet. I just want to write it and maybe I can read on another time sambil berkata: “Gils saya pernah semerana ini kah sebelum 24 tahun?” HAHA. No no no! I’m not desperate like you think, I’m fine… I still wait how Allah suprising me…

Menjadi umur menuju 24 menurut saya menyenangkan. Semacam semua khayalan jaman sekolah dulu, jaman kuliah dulu sudah nggak ada lagi. Kita harus bisa survive sama idealisme kita, ya walau idealisme itu kekikis sama hal-hal yang realistis. Stay little realistic is a must, yes I think so.
« Read the rest of this entry »

Iklan

Pengalaman Rekrutmen BPJS Kesehatan

19/02/2017 § 7 Komentar

bpjs-logo

Yipppieee kali ini saya bisa share lagi di blog ini. Setelah sebelumnya, saya sempat pernah dalam posisi terbawah dalam hidup saya, yaitu galau karena belum juga dapat kerja, tapi mau langsung lanjut s2 juga belum siap IELTS. fufufu.

Menjadi pengangguran bukan hal memalukan bagi saya. Saya belajar banyak hal dari fase tersebut, tentang bagaimana merefleksikan diri saya untuk belajar menjadi pribadi yang lebih tenang, lebih bersyukur, lebih banyak menghargai segala hal. Saya ingat, saya sudah pernah menjalani psikotest, wawancara dari berbagai perusahaan BUMN, NGO, peusahaan swasta dan bahkan Startup; tapi kenyataannya saya belum ditakdirkan dapat pekerjaan di situ. Allah kasih saya gambaran, kalau cari tempat bekerja itu memang harus ada pengorbanannya.

Saya pernah kehujanan, telat kereta, nunggu jadwal wawancara yang ngaret dari jadwal ditentukan, nahan laper, nahan sakit perut, semuanya jadi cerita berharga buat saya. Kalau diingat-ingat, mungkin perjuangan saya nggak seberapa dengan orang lain, tapi dari situ saya belajar bagaimana mengontrol sabar, belajar menerima kenyataan kalau ternyata teman kita sudah dapat tempat bekerja lebih dahulu dari kita, belajar untuk lebih baik lagi tentunya karena bahwa penantian yang besar nggak mungkin dengan cara yang instan.

Tapi… alhamdulillah lagi Allah menjawab doa-doa saya. Dari dulu saya pengen sekali bekerja di lembaga pemerintahan. Entah mengapa. Karena saya masih ada keinginan untuk kuliah lagi ambil Public Policy, syukur-syukur saya bisa di sekolahin s2 sama kantor. Atau minimal, kalau bukan beasiswadari kantor, setidaknya saya belajar bagaimana suatu negara mengelola suatu sistem.

25 November 2016

Malam hari. Teman saya menshare info tentang pembukaan lowongan Sekretaris di BPJS Kesehatan Pusat. What? Sekretearis? Saya pun hanya membaca lalu saya jarkoman tersebut, karena merasa itu tidak sesuai dengan saya yang backgroundnya financial management. Dan.. malam ini juga adik perempuan saya dari Solo datang ke Tangerang untuk menghadiri wisuda saya yang jadwalnya esok hari.

« Read the rest of this entry »

Spirit Quotes for You, Fighter!

02/12/2016 § Tinggalkan komentar

a83ac88799758d996ae92da0517db777

“Ketika habis wisuda, kita diambang 3 pilihan: Nikah, S2, Kerja. Semua pilihan ada ditanganmu. Ambil satu = menunda kedua lainnya. Kalau mau S2 dengan beasiswa, boleh persiapannya sambil kerja, asal sertifikat IELTS sudah ditangan dengan score memenuhi syarat. If not, nanti pas kerja nggak yakin bisa fokus IELTS. Waktu kamu sudah habis dengan load pekerjaan kantor. Bisa siiih sambil kerja sambil siapin IELTS, tapi ya nggak cepet, karena belajar menjadi sekunder dibanding pekerjaan yang sedang dijalani. One thing, bear in your mind: Orang yang sedang mengejar beasiswa S2 aku bilang abnormal. Seperti pada umumnya… saat orang lain habis lulus itu bekerja. Bagi beasiswa hunter masih gerasak-gerusuk nyiapin persyaratan. Beban moral, ditanya orang sibuk apa, nggak kerja, nggak nikah. Yes, kamu bakal tertinggal 1 step sama temen-temen kamu yang sudah bangun karir. No worries, one day ketika kamu berangkat studi ke luar negeri, you are a step ahead of them. Then, kalau IELTS sudah rapi, silakan kerja buat pengalaman. INGAT, tidak kerja yang terikat kontrak terlalu lama, maksimal 1 tahun minimal 6 bulan. Kampus kita pasti akan terima kepulangan anak kandungnya sendiri, terutama kalau kamu kembali ke fakultasmu. So, break a leg, sweety!”

Huhu, maafin. Lagi mellow banget, nggak tau mau cerita ke siapa. Kebetulan pas sharing-sharing dinasihati dengan kalimat diatas. Semoga kalau lagi galau kaya saya; bisa sedikit punya pencerahan buat galau bareng! 😀

23/10/2016 § Tinggalkan komentar

BHhqNRAhRJs

Great Experiences: Kampung Inggris!

22/10/2016 § Tinggalkan komentar

 

“Jangan tunda suatu keputusan yang sudah dibuat apabila sudah ada niat, waktu luang, apalagi biaya. Kalau menundanya, belum tentu anda bisa berangkat di lain waktu, karena pasti ada kesibukan lainnya. Selain itu, menunda juga akan merugikan perjalanan hidup kalian selanjutnya.”

 

Quote di atas memang bener banget. Kalau punya uang ya kenapa nggak di invest aja sama hal-hal mungkin nggak kepikiran sebelumnya, tapi akhirnya kita bisa merasakan sendiri ternyata hal itu memang yang kita butuhkan.

Honestly, dari jaman kuliah saya pengen banget ke Kediri, Kampung Inggris, dulu niatnya mau jalan-jalan, karena tahu di sana banyak tempat asik yang bisa dijadiin tempat liburan. Tapi, banyak teman saya yang nggak tertarik ke sana, karena nggak punya uanglah, merasa bahasa Inggrisnya jelek jadi malu, dan banyak hal. Niat mau ‘jalan-jalan’ ini lah yang menjadikan saya nggak kunjung bisa ke sana, karena merasa merana nggak ada temennya. Hmmm…

Tapi, akhirnya belakangan niat saya muncul lagi karena melihat kak May, teman saya volunteeran di Love Donation 2015 lolos beasiswa LPDP. OH MY GOD! Mulai deh, saya tanya-tanya kak May persiapak IELTS-nya gimana, dan dia kasih tahu kalau dia les di Test-English School, Pare, Kediri. Akhirnya, saya mulai research mengenai tepat tersebut, bugdet yang harus dikeluarkan, fasilitas yang didapat dan banyak hal.

Setelah sidang, saya sudah niatkan hal tersebut, pokoknya entah kapan, pokoknya saya harus ke sana, minimal sekali seumur hidup. Dan… benar saja, saya tidak bisa mengikuti wisuda di bulan Agustus karena sebelumnya cukup hectic di Semarang dan Solo sehabis lebaran, sehingga saya telat daftar dan belum dapat kerja juga, jadi… I think that was a best time. « Read the rest of this entry »